Anak yang mulai dibilang remaja ialah anak yang berkisar berusia mulai dari 12 hingga 18 tahun. Dimana di usia ini mendapatkan banyak hal – hal baru yang mudah untuk di serap tanpa di saring kembali, dan dimana anak remaja mudah tergoda untuk menyoba sesuatu hal yang di anggap menyenangkan tanpa di fikir baik buruknya.
Contohnya yang sudah tak asing atau mungkin sudah bosen untuk di dengar namun ini sangat sering terjadi pada anak remaja yaitu menggunakan NARKOBA, FREE SEX , MINUMAN BERALKOHOL , MEROKOK dan mungkin masih banyka hal yang negatif lainnya.
Namun untuk saat ini saya ingin membahas tentang berpacaran atau lebih luas lagi dengan sex bebas. Banyak remaja saat ini merasa dirinya belum dewasa kalau belum memiliki pacar atau pasangan. Terkadang orang tua pun sudah mulai membiarkan anak remajanya memiliki pasangan. Namun sejauh manakah pasangan kita dapat memberikan sesuatu yang positif atau negatif dalam kehidupan?
Secara sadar atau tidak , teman – teman gw selalu gw perhatikan dalam gaya berpacaran mereka. Ada yang cewek takut dengan cowoknya atau sebaliknya.
Pertama gw akan menyeritakan beberapa contoh ini :
Misalnya, ada cewek yang berinisial “X” berpacaran dengan si “O”, dia awalnya merasa takut untuk bilang kalau mau berpergian karena sering di larang sama cowoknya. Katanya ga boleh kesinilah, kesitulah dengan alasan macem – macem. Terus di lain waktu dia menerima hasil tesnya, ehmm dia merasa nilai – nilanya turun atau jelek, dia tidak ada niatan untuk memberi tahu sang pacar. Saat gw tanya mengapa, dia jawab “buat apa? ga penting, mending nilainya bagus – bagus, kalau bagus sih gw kasih tau dia”. Terus gw menyarankan “pacar kita berhak tau tentang kita, kan kita udah komitmen untuk menjalankan tanpa ada yang di tutup – tutupin. Berapapun nilai kita dia berhak tau, kan kalau nilai kita jelek dia bisa hibur kita atau kasih semangat untuk terus belajar lebih giat lagi. Kalalu nilanya bagus, toh kan dia seneng.” Si “X” bilang “iya kalau dia kasih semangat, kalau dia ngersa pacaran sama gw bisa ganggu nilai – nilai gw gimana? Apalagi ortu gw tau kalau gw pacaran sama dia, bisa – bisa gw bisa diceramahin gini (Kenapa nilai kamu turun, pasti gara – gara kamu mulai pacaran, main terus sama dia.) bisa jomblo gw”
Nah, dari sedikit cerita ini kita bisa menyimpulkan bahwa pacaran dapat menimbulkan akibat negatif yaitu nilai – nilai pelajaran kita menurun karena kita terus memikirkan dia. Karena dia yang mungkin sering ngajak kita berantem, atau tidak mengertinya dia dengan keseharian kita. Bisa saja menimbulkan akibat yang positif apabila kita bisa berbagi kesenangan kita ataupun kesedihan kita. Dia bisa menghibur kita saat kita menurun di nilai – nilai pelajaran.
Jangan pernah berkata "TAKUT" kepada pacar, bila kita ingin berbagi kesedihan kita atapun hal lainnya. Saling berbagi itu kan jauh lebih nikmat. Dan gaya berpacaran kita pun lebih banyak menimbulkan efek yang positif.
Adapun yang berkata “takut” mungkin karena dasar takut kehilangan dia atau lebih tepatnya patah hati. Mungkin kita udah terlanjur sayang banget sama si pacar, jadi segala keinginannya di turutin terus. Ga mikir itu baik atau enggaknya buat kita.
Alasan yang lainnya berkata “takut” , yaitu takut untuk kehilangan “pemasukan”. Maksudnya? Banyak yang berpacaran, apalagi di pihak cewek yang sering di bayarin ini itu oleh si pacar, jadi takut kehilangan penghasilan deh kalau – kalau si cewek di putusin pacar. Yah namanya juga cowok, biasanya tengsin kalau nggak bisa bayarin doi.
Eits……tapi ga semua loh!!!!!!
Itu baru dari sudut pandang cewek, kalau gaya berpacaran cowok sih lebih banyak gengsinya. Cewek yang nggak langsing, tinggi, cantik, imut, putih, dan cara berpakaian mereka nggak up to date....nggak masuk deh ke dalam kriteria mereka. Dan kalau nggak gonta – ganti cewek di bilang cupu ma gengnya.
Hasrat mereka pun sering tak terbendung. Udah ga tabu lagi, kalau remaja saat ini pernah kissing alias ciuman antar bibir. Huuuuuh, itu udah rahasia umum kayaknya. Dan biasanya yang memulai dari pihak si cowok. Uuups!!! dan kalau dari si cewek nolak bisa – bisa cowok mengeluarkan kata – kata yang mengancam, seperti ingin mengakhiri hubungan mereka. Nggak kissing sehari aja bisa – bisa si cowok .................. ups, di sensor yah!!!. Udah di turutin ntuh yang kissing, ehmmmm minta yang lain deh.
Dan di situ mulai dari sex bebas atau pergaulan yang tak terbatas remaja saat ini. Awalnya sih cuma ciuman, terus pegang – pegang “ini itu”, ehmmmm terus.......ada deh nggak enak di bahasnya. Itu semua dapat terjadi di hampir setiap pasangan remaja di Indonesia. Anak yang mungkin kelihatannya polos pun dapat melakukan hal tersebut karena desakan sang pacar. Akibatnya melendung deh tuh perut alias hamil di luar nikah saat masih duduk di bangku sekolah.
Kalau udah gitu mau bagaimana? Siapa yang akan kita salahkan? Orangtua yang tidak mengawasi anaknya dengan benar, si cewek yang penurut sama si pacar, atau cowok yang gengsian kalau nggak melakukan hal itu?
Cari tahu dahulu duduk permasalahannya, jangan pernah menyalahkan teman kita tanpa kita tahu apa penyebab dari semua ini . Dukung terus teman kamu, bukan berarti kamu setuju dengan free sex. Tapi teman kamu adalah salah satu korban dari pergaulan bebas yang saat ini marak terjadi atau mungkin yang lagi IN. Lindungi mereka dari hal – hal yang dapat merusak masa depan mereka sendiri. Dan yang terutama pasti jaga pergaulan kita. Alihkan semua dengan mencari kegiatan yang positif, dengan kegiatan yang pastinya sesuai dengan hobi dan minat kamu.
Created by : “D.S.A”
Jum’at - 30 Oktober 2009
14.00 – 17.00 W.I.B
Kamis, 01 Juli 2010
-remaja-
Diposting oleh
dirabawell
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
tes tes
Posting Komentar